Orang Minangkabau sering juga dipanggil dengan "Urang Awak". Aku juga tidak tahu mengenai sejarah kenapa orang Minangkabau dipanggil dengan panggilan ini. Yang jelas memang kata "Awak" mempunyai arti yang unik di dalam bahasa Minangkabau.
Kata "Awak" dalam bahasa Minangkabau merupakan kata pengganti orang, seperti layaknya kata "abdi" di Sunda atau kata "kulo" di Jawa. Akan tetapi kata "Awak" memiliki arti yang lebih beragam. Kata ini bisa menjadi kata pengganti orang pertama, kedua, ataupun ketiga. Dengan kata lain, kata "Awak" bisa berarti aku, kamu, kita, atau kalian, tergantung dari kalimat yang memuatnya. Contohnya sebagai berikut :
"Awak mau pergi ke pasar" --> berarti "Saya"
"Kenapa awak melakukan hal itu ? --> berarti "Kamu"
"Ayo, awak selesaikan permasalahan ini bersama --> berarti "Kita"
"Anak-anak, nenek tidak suka dengan apa yang awak semua lakukan" --> berarti "Kalian"
Pada umumnya, arti kata "Awak" yang paling banyak diketahui adalah berarti "Saya". Padahal dalam kehidupan sehari-hari dan percakapan sehari-hari orang Minangkabau, kata "Awak" digunakan dengan arti diatas secara berimbang, dan tidak melulu hanya berarti "Saya", bisa berarti kamu, kita, atau kalian.
Kata "Awak" juga lebih bersifat netral dan formal untuk kata "Saya". Walaupun ada kata pengganti lain untuk "Saya" seperti "Ambo" yang lebih sopan, atau "Aden" yang di sebagian daerah di Minangkabau dianggap agak kasar, dan ditempat lain dianggap biasa saja. Kata "Awak" merepresentasikan kata formal untuk kata ganti ini.
Karena sifatnya yang formal dan netral, dan juga mempunyai rentang arti kata ganti orang yang luas, maka bisa jadi inilah yang memicu panggilan ini dilekatkan kepada orang Minangkabau. Sehingga dengan kata lain, kalau seseorang menyebut "Urang Awak",maka itu sama saja menyebut "Orang saya, kamu, kita, dan kalian semua".
Blog terbaru untuk artikel yang sama ini juga dimuat di :
https://www.huzefril.com/posts/budaya/minangkabau/urang-awak/
Chitika
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
May 4, 2010
November 20, 2009
Angka dan Minangkabau
Kalaulah kita cermat memperhatikan nama-nama kabupaten/luhak, kecamatan, nagari/desa di Minangkabau a.k.a Sumatera Barat, maka kita akan menemukan banyak sekali pencantuman angka pada nama-nama tersebut. Penulisan angkanya pun beragam, ada yang menggunakan aksara angka romawi ataupun aksara angka latin. Bahkan ada nama kecamatan di daerah Padang Pariaman yang mempunyai nama dengan kombinasi angka yang unik. Nama kecamatan itu adalah "2 x 11 Enam Lingkung". Benar-benar membuat kening berkerut ketika membaca atau mendengar nama ini. Itu cuma satu dari banyak nama daerah di Minangkabau yang memakai angka dalam penamaannya. Aku mencoba untuk menuliskan beberapa diantaranya yang sejauh ini aku ketahui.
Sebut saja misalnya untuk Kabupaten, ada yang namanya Kabupaten 50 koto.
Untuk kecamatan, ada kecamatan IV Angkek Canduang, ada IV Koto.
Untuk desa/nagari, ini mungkin lebih banyak lagi, semisal :
- Di daerah kecamatan IV Angkek Canduang, Agam -->
III Jorong
III Kampuang
100 janjang
Pincuran 7
II Suku
- Kecamatan Tilatang Kamang,
XII Kampuang
Kambing VII
Nan VII
IV Kampuang
V Kampuang
- Kecamatan Palupuh
Nan V Mudiak
Nan V Hilia
- Kecamatan Banuhampu Sungai Pua
Jorong III Batu Palano
Kampuang nan V
Jorong I Batu Palano
Jorong II Batu Palano
- Kecamatan IV Koto
Limo Badak
Subarang III Jorong
- Kecamatan Matur
Luok III Koto
Di kota kelahiranku sendiri, Bukittingi, terdapat nama kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (Aur Birugo 13). Tigo Baleh bisa berarti Tiga Belas atau Tiga Berbalas. Angka 13 yang dianggap sial di budaya barat, tidak dianggap menakutkan di sini., malahan dijadikan nama kecamatan.
Artikel ini juga ditulis ulang di blog penulis yang baru :
https://www.huzefril.com/posts/budaya/minangkabau/angka-dan-minangkabau/
Sebut saja misalnya untuk Kabupaten, ada yang namanya Kabupaten 50 koto.
Untuk kecamatan, ada kecamatan IV Angkek Canduang, ada IV Koto.
Untuk desa/nagari, ini mungkin lebih banyak lagi, semisal :
- Di daerah kecamatan IV Angkek Canduang, Agam -->
III Jorong
III Kampuang
100 janjang
Pincuran 7
II Suku
- Kecamatan Tilatang Kamang,
XII Kampuang
Kambing VII
Nan VII
IV Kampuang
V Kampuang
- Kecamatan Palupuh
Nan V Mudiak
Nan V Hilia
- Kecamatan Banuhampu Sungai Pua
Jorong III Batu Palano
Kampuang nan V
Jorong I Batu Palano
Jorong II Batu Palano
- Kecamatan IV Koto
Limo Badak
Subarang III Jorong
- Kecamatan Matur
Luok III Koto
Di kota kelahiranku sendiri, Bukittingi, terdapat nama kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (Aur Birugo 13). Tigo Baleh bisa berarti Tiga Belas atau Tiga Berbalas. Angka 13 yang dianggap sial di budaya barat, tidak dianggap menakutkan di sini., malahan dijadikan nama kecamatan.
Artikel ini juga ditulis ulang di blog penulis yang baru :
https://www.huzefril.com/posts/budaya/minangkabau/angka-dan-minangkabau/
Label:
Angka,
Bukittinggi,
IV Angkek,
Minangkabau,
Tourism,
Travel
Subscribe to:
Posts (Atom)